Saturday, June 28, 2014

Malam pertama Marhaban Ya Ramadhan

Tak terasa bulan Ramadhan sudah tiba lagi, bulan yang penuh berkah, bulan pengampunan dan bulan yang bisa melipat gandakan pahala ini nampaknya tak disia- siakan oleh warga desa kandangan trucuk yang bisa dikatakan 100% beragama islam.

Terlihat sejak adzan isya' berkumandang puluhan warga berduyun- duyun memadati musholla terdekat untuk mengikuti sholat tarawih berjamaah, seperti terlihat di salah satu musholla tepatnya di Kandangan Rt 15 musholla paling barat jamaah sudah penuh sampai tumpah dihalaman, antusiasme warga menyambut bulan suci memang benar- benar istimewa.

Rata- rata di desa kandangan  tiap 1 Rt  memiliki 3 musholla bahkan ada yang lebih. walaupun demikian tetap setiap musholla penuh, tidak ada yang sepi, semoga kegiatan seperti ini tetap berlanjut sampai hari- hari berikutnya/ubay

Friday, June 20, 2014

Panen ikan dibantaran bengawan solo

Tags
Sejak tadi pagi terlihat puluhan warga sedang berjejer di pinggiran bengawan solo, ada yang membawa pecok, seser, dan peralatan lain seadanya, mereka semua adalah warga yang siap menangkap ikan setengah mabuk.

Debit bengawan solo yang naik secara mendadak membuat air bengawan menjadi keruh, lumpur yang didasar naik kepermukaan hal ini membuat ribuan ikan yang ada di sungai kehilangan penglihatannya dan berenang tak tentu arah hingga ke permukaan sampai ke tepian sungai, para warga pun tinggal menunggu ditepian dan menangkap dengan mudah.

Berdasarkan penuturan dari salah satu warga fenomena ini terjadi mulai pagi tadi  sekitar jam 03.30 hingga tak jarang dari mereka waktu sholat subuh sudah pulang dan mendapat sekitar 5 kiloan ikan, ikan yang mabuk inipun ukurannya bermacam- macam mulai dari yang kecil - kecil sampai ukuran yang besar atau sebesar ikan yang ada di laut, tampak seorang warga desa Kandangan dengan bangga memperlihatkan hasil tangkapannya/ubay

Pelatihan Servis Sepeda Motor PKBM Maju Jaya Trucuk

Sesuai dengan tujuan PKBM yakni memperluas kesempatan warga masyarakat khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah, PKBM Maju Jaya Trucuk mengadakan pelatihan servis sepeda motor

Pelatihan yang diadakan didesa Kandangan Rt 15 ini memerlukan waktu kurang lebih 1 bulan mengingat banyaknya sepeda motor yang terus diproduksi dan hampir tiap individu memiliki satu unit motor pelatihan servis ini sangat diminati masyarakat terutama dikalangan muda , dalam pelatihan ini di ikuti oleh sekitar 30 peserta yang semuanya adalah laki-laki

Thursday, June 19, 2014

PKBM Maju Jaya berantas tuntas buta Aksara

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) merupakan suatu wadah dari berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya. adapun fungsi PKBM itu sendiri sangatlah banyak yaitu Sebagai tempat pembelajaran., sebagai tempat pusaran semua potensi masyarakat, sebagai ajang tukar menukar ketrampilan dan pengalaman.sebagai sentra pertemuan antara pengelola dan sumber belajar, sebagai lokasi belajar yang tidak pernah punah,sebagai pusat dan sumber informasi dan lain sebagainya.

Tampak terlihat di PKBM  " Maju Jaya " Trucuk , Puluhan Ibu- Ibu dan Bapak- bapak yang rata-rata usianya diatas 50 tahun sedang serius memegang pensil dan buku dengan sangat bangga, mereka merupakan peserta program Keaksaraan fungsional yang di selenggarakan oleh PKBM Maju Jaya, program yang bertujuan untuk memberantas buta aksara tersebut sangatlah bermanfaat dan cukup diminati oleh masyarakat.
PKBM Maju Jaya sendiri selain memiliki Program KF dan berbagai Pelatihan- pelatihan juga memiliki program lain yaitu Paket B dan Paket C, dengan jumlah siswa yang cukup banyak/ubay

Wednesday, June 11, 2014

Bata merah Potensi Utama Desa Kandangan Trucuk Bojonegoro



 Letak  wilayah Desa Kandangan dikelilingi oleh Bengawan solo  sehingga dapat dipastikan setelah terjadi kenaikan volume air bengawan solo pada musim hujan atau bahkan kalau sampai bancir akan menyisakan tanah yang cukup bagus untuk pembuatan bata merah, tanah hasil endapan air setelah banjir yang tak pernah habis ( biasanya disebut tanah “ Nggiran “ ) karena terletak di pinggiran. oleh karena itulah desa kandangan sangat berpotensi sebagai desa penghasil bata merah, berdasarkan survey kami  Jumlah pengusaha bata merah di desa kandangan lebih dari 55 pengusaha, tenaga kerja yg terserap  tiap satu pengusaha yang menjadi  karyawan tetap  sebanyak  6 orang dan tenaga kerja tidak tetep sebanyak 5 orang, jadi dapat disimpulkan karyawan tetap keseluruhan adalah lebih dari 330 orang dan karyawan tidak tetap adalah lebih dari 275 orang.
Apabila di kalkulasi Jumalah produksi bata merah pada musim kemarau selama 1 musim tiap pengusaha menghasilkan  112,000 buah bata merah, kalau dikalikan jumlah pengusaha bata merah  55  pengusaha saja berarti bata merah yang berhasil dibuat adalah :
112.000 x 55 = 6.160.000  jadi total bata merah yang di buat di desa kandangan setiap satu musim adalah 6.160.000 buah bata merah
Menurut H. Bambang salah satu dari pengusaha bata merah Hasil laba bersih tiap satu  batu bata adalah 150 rupiah  jadi dapat disimpulkan laba bersih tiap musim Rp.150 x 6.160.000 = Rp. 924.000.000 laba bersih disini sudah termasuk upah karyawan dan biaya pembakaran.  Pendapatan rata- rata  tiap karyawan tetap  satu bulannya adalah Rp. 1.360.000, diatas UMK bojonegoro
Untuk pemasarannya sendiri sangat mudah, bahkan lebih sering pengusaha bata merah di desa Kandangan ini kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pasar , terkadang malah pembeli menitipkan dulu uangnya kepengusaha walaupun bata belum dibuat, bata merah desa kandangan pemasarannya  lebih banyak ke bojonegoro bagian timur ,tuban dan  lamongan. /ubay

Monday, June 9, 2014

Antara Lomba KIM yang dulu dan KIM sekarang ( Kim Sido makmur Kandangan yang menjadi Kim Mangun Jaya )

Tags
Beginilah lomba KIM di Bojonegoro dua tahun yang lalu, tepatnya 8 maret 2012, tampak lomba ini begitu meriah dengan semangat peserta yang luar biasa, dari  Kecamatan Trucuk menampilkan KIM Sido Makmur dari Kandangan sebagai perwakilannya, saat itu lomba di adakan di  Desa Lengkong Kecamatan Balen










Lomba KIM dengan cara pengerahan massa untuk yel-yel seperti ini tentu membutuhkan biaya puluhan juta rupiah, oleh sebab itu lomba KIM mulai tahun ini di perbaharui dengan cara berbasis IT yaitu dengan membuat blog atau website , apakah cara ini memberikan manfaat yg lebih...? dengan beralihnya sistem tersebut...? jawabannya adalah JELAS !!!
monggo di nalar sendiri- sendiri.../(ubay)


Sunday, June 8, 2014

Bendung Gerak Trucuk Bojonegoro

Tags
Bendungan Gerak berada di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Bendungan yang menghabiskan dana pinjaman senilai Rp 351 miliar dari Japan International Corporation Agency (JICA) itu memiliki multifungsi. Antara lain sebagai pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga dicanangkan sebagai salah satu tempat wisata bagi Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan Bendungan Gerak ini fungsinya di samping sebagai penyedia air untuk rumah tangga, pertanian, juga sekaligus menjaga dari kerusakan ekosistem sungai Bengawaan Solo supaya tak meluas ketika banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa Timur. Manfaat lain bendungan adalah ini untuk persediaan air bagi pertanian di saat musim kemarau, untuk kebutuhan industri, seperti jembatan penghubung antara Desa Padang dengan Desa Ngringinrejo
Untuk pertanian, bendungan ini mampu mencukupi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian seluas 6.400-9.000 hektare yang tersebar di delapan kecamatan. Yakni Trucuk, Kalitidu, Purwosari, Malo, Pasangan, Kasiman, Ngraho, dan Margomulyo. Juga pertanian di Blora. Karena bendungan yang memiliki tampungan sepanjang 50 km itu mampu menampung debit air hingga 13 juta kubik dengan debit air 5.850 liter per detik.
Dengan pembangunan bendungan ini petani yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo, khususnya di atas bagian hulu bendungan akan mempu meningkatkan produktivitas pertanian. Sebelumnya petani hanya bisa melakukan tanam dua kali setahun, sekarang diharapkan bertambah menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
Dulu sekitar 21 ribu hektare lahan pertanian padi di Bojonegoro Barat andalkan pertanian tadah hujan. Setelah ada Pompanisasi, wilayah itu tidak mampu melakukan 2 kali panen dalam setahun. Maka sawah beririgasi dengan pompa air menjadi menjadi 6000 ribu hektare. Dengan adanya bendungan gerak ini 11 ribu hektare sawah akan bisa ditanami dua kali setahun. Dan menghasilkan 7 ton rata rata per hektare.
Pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak zaman kolonial Belanda. Namun karena pemerintah penjajah waktu itu bangkrut, pembangunan bendungan ini urung dilaksanakan.
Bendung gerak ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro. Selain untuk kebutuhan baku irigasi juga bisa dipakai kebutuhan industri air minum dan industri migas. Serta membuka akses wilayah yang selama ini terisolir sebab ada jembatan sepanjang 504 meter, dan lebar sekitar 4 meter. Bendungan ini berdiri di lahan seluas 1.841.752 meter.

dikutip dari :http://id.wikipedia.org/wiki/Bendungan_Gerak

Thursday, June 5, 2014

Pemdes di Bojonegoro Boleh Anggarkan Program TI di Desa

Tags
desa bojonegoro
Dikutip dari Bojonegoro (Media Center) – Masalah penyebaran akses informasi berbasis Tekhnologi Informasi (TI) salah satu kendala yang sering disuarakan oleh warga Bojonegoro adalah mengenai belum terjangkauya wilayah mereka oleh sinyal internet.
Menjawab hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jawa Timur, melalui Dinas Komunikasi dan Informartika (Kominfo) telah dan akan segera meluncurkan sejumlah program. Diantaranya adalah pada tahun 2015 nanti, sebanyak 250 desa akan mendapat sinyal wifi gratis dari Kominfo Bojonegoro.
Saat ini, Pemkab juga telah bekerjasama dengan pihak operator untuk menyebarkan 1.000 wifi di seluruh penjuru Bojonegoro, namun diakui hal tersebut masih belum dapat memuaskan masyrakat, terutama yang ada di pelosok-pelosok.
Sementara itu, soal penggunaan anggaran desa untuk pengembangan program TI, khususnya internet, Kusnandaka mengatakan bahwa sebenarnya hal itu merupakan hak dan kewenangan penuh dari pemerintah desa.
Menambahkan hal itu, Kasiyanto, Camat Balen, menegaskan bahwa penggunaan anggaran desa untuk pengembangan program TI di desa adalah diperbolehkan. “Itu mutlak boleh, karena ada mekanisme perumusan APBDes, yang harus diperhatikan adalah sebaiknya program tersebut berkelanjutan,” katanya. (*/mcb)

Tentang Kim Mangun jaya

Tags
Kim yang berkepanjangan Kelompok Informasi Masyarakat merupakan sarana untuk menyebar luaskan informasi kepada masyarakat luas, Dengan berbekal seadanya kami mewakili dari warga masyarakat Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro yang masih bisa dikatakan desa yang miskin jaringan Internet bermodalkan nekat walau masih gaptek pada hari ini Kamis 5 Juni 2014 mencoba untuk ikut serta dan andil dalam program lomba KIM berbasis IT
Kim kami bernamakan Kim " Mangun Jaya " , Mangun Jaya sendiri diambil dari nama sesepuh desa kami yang konon ceritanya, pada zaman dahulu tepatnya pada waktu terjadinya perang saudara antara kerajaan pajang dan kerajaan mataram yang mana kerajaan pajang mengalami keruntuhan maka panglima Kerajaan pajang yang bernama Ki Buyut Mangun Jaya melarikan diri dan sampailah kesuatu tempat persembunyian untuk mencari Keselamatan, Ketenangan dan Keamanan dari kerajaan mataram , seiring perjalanan waktu Ki Buyut Mangun Jaya ditempat persembunyiannya tersebut tidak hanya berdiap diri tetapi juga sempat mendirikan padepokan dan memiliki banyak pengikut dengan keadaan penuh Ketenangan, keamanan dan keselamatan hingga tempat tersebut dinamakan Kandangan, dan Ki Buyut Mangun Jaya juga mengakhiri hidupnya dan di makamkan di Desa Kandangan.
demikian sedikit cerita tentang penamaan Kim Mangun Jaya dari desa kandangan, semoga bermanfaat./(ubay)