Showing posts with label Home Industri. Show all posts
Showing posts with label Home Industri. Show all posts

Monday, May 7, 2018

Imut Bakery Desa Kandangan

Kandangan- Imut Bakery begitulah namanya saat pasutri ini menjawab pertanyaan dari tim KIM Mangunjaya, Imut Bakery merupakan industri kecil rumah tangga yang terletak di Desa Kandangan Rt 14/02 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro yang memproduksi aneka macam Roti dengan spesifikasi harga yang saat ini layak dikonsumsi bagi konsumen di desa.Selain memproduksi aneka macam roti, Imut Bakery juga memproduksi jajanan lain, seperti Donat, pukis, Tahu pentol dan sejenisnya.

Berdasarkan penjelasan Muryati  pemilik usaha tersebut, harga jajanan yang dipasarkan saat ini rata-rata kisaran Rp 1000/ biji. usaha tersebut sudah berjalan sekitar lima tahunan lebih, untuk pemasaran hasil produksi tersebut diantar langsung kepasar tradisional dan sudah memiliki pelanggan tetap yang rata-rata para penjual belanja keliling, selain dipasarkan ke pasar tradisional, imut bakrey juga melayani pesanan untuk warga sekitar.
Nama Imut bakery sendiri belum begitu banyak dikenal oleh warga sekitar, warga sekitar lebih mengenal dengan sebutan " Rotine Mbak Mur "dengan maksud roti yang dibuat oleh mbak Muryati.

Tim Kim Mangunjya memberikan saran kepada Mbak Mur untuk memasang banner atau sepaduk dirumahnya agar lebih mudah jika ada warga yang hendak pesan atau beli rotinya ( Ubay/KimMangunjaya )

Monday, April 16, 2018

Dibalik Renyahnya Krupuk Bonggol Pisang Khas Desa Kandangan

Kandangan - Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro selain terkenal dengan home industri Penghasil Bata Merahnya, juga terkenal dengan Kerupuk Bonggol Pisangnya, yakni kerupuk yang lezat, renyah dan gurih yang berbahan baku bonggol pisang ( ares pisang ).



Kerupuk yang berbahan dasar bonggol pisang ini diolah oleh kelompok Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Jaya Trucuk yang rata- rata anggotanya ibu-ibu rumah tangga , menurut  Sulaiman, salah satu tutor PKBM Maju Jaya dipilihnya bonggol pisang sebagai dasar bahan keterampilan untuk membuat krupuk, dikarenakan bahan ini mudah sekali didapatkan dan bonggol pisang sendiri tidak memiliki kandungan kolestrol tinggi, Selain itu ingin kembali di jaman dulu, yang biasanya limbah bonggol pisang di masak untuk sayur. akan tetapi kali ini kita berinovasi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan krupuk.

Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro merupakan pedesaan yang mayoritas penduduknya adalah memiliki mata pencaharian petani dan pekebun, memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan subur sehingga sudah jelas dan pasti  dengan mudah dapat ditemukan bahan baku untuk pembuatan Krupuk bonggol pisang ini, karena  rata- rata hampir setiap warga mempunyai tanaman pisang.

Untuk bisa mengkonsumsi krupuk bonggol pisang ini juga tidak harus merogoh budget terlalu dalam, karena kerupuk Bonggol pisang yang lezat, Renyah dan gurih ini  dijual dengan harga yang relatif murah , yakni Rp. 3.500,- untuk kemasan 300 gr, masih diskon pula untuk pembelian tiga bungkus hanya Rp. 10.000 dan hanya Rp. 500 untuk kemasan plastik kecil yang cocok untuk saku anak - anak sekolah. Untuk mendapatkannya juga relatif mudah karena sudah banyak dijumpai di warung-warung di sekitar desa.




Krupuk Bonggol pisang ini sendiri dibagi menjadi berbagai macam varian rasa, ada rasa pedas manis, pedas sekali dan rasa original. Jika anda penasaran dengan lezat, renyah dan gurihnya krupuk bonggol pisang ini, anda bisa cari di warung- warung sekitaran wilayah desa Kandangan, sedangkan jika anda berkeinginan untuk melihat proses pembuatannya anda bisa datang langsung ke tempat produksinya dengan alamat Desa Kandangan Rt 15/02 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro atau jika anda berkeinginan untuk bertanya - tanya dulu bisa menghubungi langsung Saudara Sulaiman dengan Nomor handphone : 085230570709 . ( Ubay/KIM )



Sunday, July 20, 2014

Ramadhan, Pembuatan bata merah lebih banyak dikerjakan dimalam hari

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bagi para pekerja berat seperti pembuat bata merah pada bulan ini memang menjadi bulan yang penuh tantangan melihat produksi bata merah memerlukan tenaga yang ekstra, tenaga yang benar- benar harus menguras keringat banting tulang baik waktu pemrosesan tanah liat, pencetakan sampai finishing pembakaran, kalau dilakukan disiang hari tentu sangatlah berat
 Oleh karena itu banyak warga yang bekerja sebagai pembuat bata merah didesa kami, Kandangan Trucuk Bojonegoro memilih perubahan jadwal, kalau biasanya aktifitas produksi dilakukan di siang hari pada bulan ini diganti dimalam hari, seperti yang terlihat di salah satu tempat pembuatan bata merah milik pengusaha bata merah Bapak Jupri RT 15 RW 02 Kandangan Trucuk yang mempekerjakan lima orang karyawan aktifitas produksi bata merah tampak ramai dilaksanakan dimalam hari, hal ini merupakan solusi agar siang hari tidak terlalu capek dan dan untuk meminimalisir kemungkinan buka siang hari dibulan Ramadhan alias mokak/(ubay)

Wednesday, June 11, 2014

Bata merah Potensi Utama Desa Kandangan Trucuk Bojonegoro



 Letak  wilayah Desa Kandangan dikelilingi oleh Bengawan solo  sehingga dapat dipastikan setelah terjadi kenaikan volume air bengawan solo pada musim hujan atau bahkan kalau sampai bancir akan menyisakan tanah yang cukup bagus untuk pembuatan bata merah, tanah hasil endapan air setelah banjir yang tak pernah habis ( biasanya disebut tanah “ Nggiran “ ) karena terletak di pinggiran. oleh karena itulah desa kandangan sangat berpotensi sebagai desa penghasil bata merah, berdasarkan survey kami  Jumlah pengusaha bata merah di desa kandangan lebih dari 55 pengusaha, tenaga kerja yg terserap  tiap satu pengusaha yang menjadi  karyawan tetap  sebanyak  6 orang dan tenaga kerja tidak tetep sebanyak 5 orang, jadi dapat disimpulkan karyawan tetap keseluruhan adalah lebih dari 330 orang dan karyawan tidak tetap adalah lebih dari 275 orang.
Apabila di kalkulasi Jumalah produksi bata merah pada musim kemarau selama 1 musim tiap pengusaha menghasilkan  112,000 buah bata merah, kalau dikalikan jumlah pengusaha bata merah  55  pengusaha saja berarti bata merah yang berhasil dibuat adalah :
112.000 x 55 = 6.160.000  jadi total bata merah yang di buat di desa kandangan setiap satu musim adalah 6.160.000 buah bata merah
Menurut H. Bambang salah satu dari pengusaha bata merah Hasil laba bersih tiap satu  batu bata adalah 150 rupiah  jadi dapat disimpulkan laba bersih tiap musim Rp.150 x 6.160.000 = Rp. 924.000.000 laba bersih disini sudah termasuk upah karyawan dan biaya pembakaran.  Pendapatan rata- rata  tiap karyawan tetap  satu bulannya adalah Rp. 1.360.000, diatas UMK bojonegoro
Untuk pemasarannya sendiri sangat mudah, bahkan lebih sering pengusaha bata merah di desa Kandangan ini kewalahan dalam memenuhi kebutuhan pasar , terkadang malah pembeli menitipkan dulu uangnya kepengusaha walaupun bata belum dibuat, bata merah desa kandangan pemasarannya  lebih banyak ke bojonegoro bagian timur ,tuban dan  lamongan. /ubay